Sabtu, 19 Oktober 2013

HIJAB,, sudahkah kaffah?

aku,, sudah berhijab dari usia 11 tahun,, berarti hijab ini sudah jadi keseharian selama 16 tahun. tapi baru beberapa hari terakhir aku bener2 menyadari,, tidak sekedar tahu, hijab itu yang sempurna akan membuat kita ikut menyempurnakan diri, memperbaiki apa yg kurang.

ketika membaca satu kalimat, "hijab bukan untuk menyenangkan orang lain, tapi untuk menyenangkan ALLAH",, ya RABB,, kemana aku selama ini, lebih mementingkan cantik versi manusia, dalam pandanganku saja. aku membongkar baju2 yang kumiliki, semuanya cukup menutup aurat, tapi masih belum sempurna, sederhana tapi belum kaffah dalam islam, agama yang ku anut sejak lahir tapi belum ku sempurnakan.

pernah dulu niat untuk merubah busanaku jadi lebih baik, tapi gagal,, aku kembali jadi muslimah tomboy, lebih senang pake celana gombrong, jaket gede dan jilbab kaos sorong. memang tidak ketat, tapi lebih kerarah laki2. pengaruh usia dan lingkungan juga cukup besar. alhasil, busananya tidak jadi berganti.

sekitar tahun 2010, masih karna lingkungan yang sudah berbeda, aku belajar untuk lebih feminim, lebih care sama penampilan, lebih rapi walaw belum seperti seharusnya.waktu itu masih berpikiran, yang penting menutup aurat, ibadah gak lupa, shalat n ngaji jalan terus.

tapi ALLAH punya jalan lain untuk menegurku, lewat jodoh.
tidak mudah menjalani hari2 ketika usiamu memasuki kawasan wajib nikah, alias diatas 25 tahun. tekanan bertubi2, keluarga, lingkungan, sampai diri sendiri. entahlah,, rasanya pengen lari, kemana saja, ke tempat yang tak seorangpun kenal dg aku. susah sekali untuk kali ini menyembunyikan rasa tertekan ini, biasanya aku terbilang kelewat cuek sama apapun, "miss lempeng" kata temen2. 

lagi2 ALLAH membuat aku menempa diri dan menyadari bahwa ALLAH selalu ada, tidak akan pernah meninggalkan kita, tidak pernah bosan mendengarkan kita sampai kita sendiri bosan. dan cara ALLAH memberitahunya juga tidak rumit, lewat lagu dan film, yang notabene jadi hal favoritku. mungkin tidak semua orang membawa film dalam hidup, kebanyakan sekedar nuntun dan selesai, euforianya hanya sesaat.

aku bukan pecinta film indonesia, bukan gak suka, cuma jarang banget mau nuntun, fav nya itu cartoon, gak mau ketinggalan. pas masa2 tertekan, ntah kenapa jadi inget film CINTA SUCI ZAHRANA, filmya juga ttg jodoh, ah,, mungkin aku bisa ketemu jalan keluar lewat film itu, semua orng juga tau film itu udah lama, emang dasar tkdirnya baru nuntun.

dari awal nuntun udah bareng sama ortu, semoga ini juga bisa jadi masukan buat ortu, biar gak kemakan omongan orang lain soal kriteria suami itu harus yang sholeh dulu, bukan kaya dulu. alhamdulillah,,, satu benang merahnya lagi2 bahwa percaya sama ALLAH, jika kita memang mengikuti perintah ALLAH, maka ALLAH akan memberi lebih indah dari yang kita harapkan. perempuan baik utk laki2 baik, perempuan jelek utk laki2 jelek. percayalah,,, 

film berikutnya yang membuat tersentak adalah HAPALAN SHALAT DELISA,, satu adegan yang menakjubkan, walaw itu film, tapi kenyataannya ada,, kekhusyukan saat shalat, Ali Bin Abi Thalib bahkan tidak tahu kalau punggungnya kena panah ketika shalat subuh, saking khusyuknya,, SUBHANALLAH,, dan dalam film itu delisa juga tidak tahu kalau semua orang sudah melarikan diri karna kepanikan gempa dan tsunami.

lewat majalah AULIA, tentang hijb yang sesungguhnya itu seperti apa, dan betapa banyak keindahan yang didapat dengan hijab yang sempurna. dan kita harus bersyukur indonesia sekarang lebih menerima bahkan menetapkan aturan berjilbab disekolah, padahal dulu org2 berjilbab mendapat tekanan, saudari2 kita di luar negri malah lebih tertekan dengan peraturan yang sangat diskriminatif, lalu kenapa kita masih ogah2an utk berhijab,, secara kaffah,, 

untuk apa berdoa dapat yag terbaik, sementara kita sendiri tidak berusaha jadi yang terbaik,,

semoga kedepannya aku, dan kita semua, bisa menjadi lebih kaffah dalam agama yang kita cintai ini,,,